Niat adalah bagian yg sangat penting dalam pelaksanaan suatu amalan ibadah. Mengapa? karena niat merupakan salah satu syarat diterimanya amalan ibadah seseorang.
Segala bentuk amalan ibadah tergantung niatnya. Dalam hadits shahih disebutkan :
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
Maka niat akan sangat berpengaruh akan diterimanya suatu amalan. Alangkah ruginya jikalau kita sudah capek-capek melakukan banyak sekali ibadah tetapi niatnya salah, maka akan sia-sia sudah amalan tersebut. Misalkan saja seseorang yang setisp malam melakukan shalat teraweh yang niatnya (riya) supaya dianggap orang yang rajin ibadah.
Niat juga dapat membuat suatu amalan yg hukumnya mubah/boleh (seperti makan, minum, tidur) menjadi suatu amalan ibadah yang bernilai pahala. Saya ambil contoh makan. Makan jika diniatkan ibadah dengan kita awali bacaan basmallah, maka kegiatan makan tersebut akan berubah menjadi amalan ibadah yang berpahala. Sehingga makan kita akan mendapati rasa kenyang sekaligus pahala dari Allah SWT. Akan tertapi jika makan kok tidak diniatkan ibadah, maka kegiatan makan tersebut tidak akan menghasilkan pahala. Dan makan kita tersebut hanya memperoleh rasa kenyang saja.
Oleh karena, itu penting bagi kita untuk meluruskan niat disetiap pelaksanaan amalan ibadah.